Energi yang Menular

Apa yang kau cari di dunia ini? Bekerja sepanjang matahari bersinar mau cari apa? Uang berlimpah, gaji habis hanya untuk keperluan duniawi secara pribadi apakah cukup membuatmu puas? Di dunia ini, tidak ada yang serba kebetulan. Saya percaya semua di bawah kendali Tuhan. Sama halnya seperti kejadian-kejadian beruntun yang saya alami beberapa hari ini. Atas […]

Beri peringkat:

Self Reminder

Tingkat keimanan seseorang kadang naik kadang menurun. Ini sudah  cukup jadi alasan untuk tidak malas silaturahim. Bertemu banyak orang, berkunjung, kemudian saling berbincang dengan teman bisa memberi suntikan semangat untuk selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik.

Libur akhir tahun aku punya rencana silaturahim dan membaca buku yang masih menumpuk. Berselancar, blogwalking, mengunjungi blog teman-teman lama di internet, dan menyapa.

Ke depan semoga kesibukan di sekolah tidak jadi alasan untuk menunda ibadah yang lain, bersedekah, bersilaturahim, dan berkarya.

Semoga Allah mendekatkanku dengan orang-orang beriman, semoga Allah mempertemukaku dengan orang-orang yang semakin membuatku dekat dengan-Nya. Amin.

Pasir Putih Pantai Caruban

REMBANG. Jika ingat kota ini pastilah ingat wisata baharinya. Kota yang dikenal kota Dampo Awang ini, memiliki potensi wisata pantai yang sangat memukau. Jika selama ini banyak orang hanya mengenal pantai Dampo Awang maka Anda juga harus mengenal pantai Caruban. Kabupaten Rembang memiliki potensi wisata bahari yang terbentang di Laut Jawa. Obyek wisata bahari di kabupaten Rembang sudah mengalami banyak perkembangan. Jika Anda melakukan perjalanan melintasi pantura yang melewati daerah Rembang, mampirlah di pantai untuk sekedar melepas penat.

Pantai Caruban terletak sekitar 8 kilometer dari pusat kota Rembang. Melaju ke arah timur dari kecamatan Rembang, Anda akan sampai di kecamatan Lasem. Desa Gedongmulyo merupakan desa pertama di Lasem yang akan Anda lewati jika berasal dari kota Rembang. Di sinilah akan Anda jumpai pantai Gedong atau pantai Caruban. Pantai ini terletak di dusun Caruban desa Gedongmulyo, kecamatan Lasem, kabupaten Rembang. Sekitar 10 meter sebelah barat SMP Negeri 1 Lasem. Menyisir sebelah kiri jalan pantura, Anda akan menjumpai plang kayu bertuliskan pantai Caruban.Untuk sampai ke tepi pantai Anda harus masuk perkampungan sekitar 1 km dari jalan raya Rembang-Lasem. Sepanjang jalan dari jalan raya ke tepi pantai, hanya memuat satu mobil saja. Sebagian sudah beraspal. Di musim penghujan, setelah melewati perkampungan, di sisi kanan kiri jalan masuk pantai akan anda jumpai kolam bandeng dan udang yang berubah menjadi ladang garam di musim kemarau.
Read More »

[Review] Bumi Cinta

bumi cinta

”Aku tidak mau mendapat ciuman dari perempuan yang tidak halal bagi saya. Anda bukan siapa-siapa saya. Bukan ibu saya, bukan kakak saya, dan bukan adik saya. Anda tidak halal bagi saya. Anda tidak boleh mencium saya. Dan saya tidak boleh mencium Anda. Kalau Anda mencium saya atau saya mencium Anda, kita telah menodai kesucian diri kita. Kita telah melakukan dosa. Itu ajaran agama saya.”(Bumi Cinta, hal 378-379)

Seperti yang dirasakan tokoh Doktor Anastasha Palazzo saya pun sama, dibuat kagum dengan kecerdasan dan keteguhan tokoh Muhammad Ayyas. Di novel Bumi Cinta Habiburrahman El Shirazy atau lebih kerap disapa Kang Abik berhasil menyajikan tokoh agamis yang cerdas.

Adalah Muhammad Ayyas yang melakukan perjalanan ke Moskwa untuk menyelesaikan penelitiannya di Universitas Negeri Moskwa atau Moskovskyj Gosudarstvennyj Universitet imeni Lomonosova (MGU). Hari-hari selama di Mokswa bukan tanpa masalah. Awal langkah kakinya mengijak di Mokswa ia harus menghadapi hari-hari dengan hati yang terus terusik karena ia mau tak mau harus tinggal satu apartemen dengan peerempuan-perempuan Mokswa yang cantik di Panvilovsky Pereulok.Read More »

[Review] Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran

ijinkan-aku-menikah-tanpa-p

“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak…” (Qs. An Nisaa : 1)

Beberapa tahun yang lalu, ketika perpisahan liqo, murabbi saya ngasih sebuah buku. Baru ingat buku ini ada di tumpukan buku dalam lemari ketika saya nyari buku Sempurnanya Seorang Wanita yang Layak Dicintai. Judul buku ini Ijinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran, tagline-nya Panduan Remaja Menemukan Kekasih Hatinya. Cukup bertentangan dengan persepsi saya pribadi, karena kemudian muncul juga pertanyaan tanpa pacaran bagaimana saya mengenal pasangan? Saya tak punya indra keenam atau kemampuan sejenis bisa mengenalnya, membaca karakternya, tanpa membangun hubungan (jalan bareng/ ketemu/ ngobrol, bertatap muka), atau melihat kesehariannya langsung. Bagaimana buku ini menjawab pertanyaan saya? Kemudian saya mulai membaca halaman per halaman. Yang saya temukan adalah alasan kenapa pacaran tidak dianjurkan.Read More »

Amelia Song by Jubing Kristianto

About several years ago I found a song from my friend’s laptop (Mas Amos). The tittle of the song is Amelia, a guitar instrument by Jubing Kristianto. I’m interest with this song because his tittle song has similar name with me. Then I copied into my netbook and played this song. The song is so sad.

Someday, via twitter I mention Jubing Kristianto asked him about the meaning of that song. I asked him that I anxious about this song. There is no respon from him. And then, at another day I tweeting in my twitter with no mention. I said that I’m very anxious about this song, what is the meaning of this song? It’s similary so sad. Am I right? At that time Jubing Kristianto answered my question. He said that it’s about the girl, I can read the story in his official website. And then I searched his website.
Read More »